Kamis, 24 September 2015

Iedul Adha Perkuat Aqidah

Hari raya iedul adha yang jatuh pada Kamis, (24/9/15) dirayakan dengan khidmat. Dimana seluruh ummat Islam di Indonesia mengawali hari raya ini dengan bersama-sama melaksanakan solat iedul adha dilanjutkan dengan penyembelihan hewan qurban baik kambing, domba, maupun sapi.
Dalam khotbah solatul iedul adha di lapangan parkir pasar Ciroyom Baru Bandung khotib Muhammad Hadi dari Forum Ulma Ummat Indonesia (FUUI) mengatakan bahwa penyembelihan hewan qurban adalah jenis ibadah tertua di dunia. Ini diawali dengan pelaksanaan qurban pertama oleh kedua anak nabi Adam AS. Qobil ditolak  qurbannya sedangkan Habil diterima qurbannya. "itu yang harus kita pelajari penyebabnya", katanya di depan ribuan jamaah solat ied. Agar ibadah kita diterima menurutnya maka ibadah harus dilandasi; iman, ilmu dan ikhlas. 
Hadi juga mengatakan bahwa ummat Islam Indonesia saat ini harus mewaspadai gerakan-gerakan yang akan merusak aqidah muslim baik dari kalangan kafirin maupun dari kalangan yang mengaku muslim tapi mengusung ideologi anti Islam, seperti gerakan komunis yang kini mulai banyak didakwahkan oleh agen-agen komunis di Indonesia. 
Menurutnya sejumlah tokoh muslim turut serta dalam gerakan ini seperti DN Aidit yang disebut namanya menjadi Dipo Nusantara Aidit padahal namanya adalah Djafar Nur Aidit. Muso dari Musa dll.
Ada juga gerakan Jaringan Islam Nusantara (JIN) yang mengemukan sejumlah ide baru soal Islam di Indonesia. Menurut Ustadz Hadi mengatakan bahwa Islam bukan untuk masyarakat Arab saja tapi diturunkan untuk seluruh umat manusia. Jadi tidak ada kekhususan Islam di nusantara. 
disamping itu khotib juga meminta jamaah untuk mewaspadai gerakan-gerakan Ahmadiyah dan Syiah yang kini mulai aktif berdakwah di Indonesia.
kepada tokoh-tokoh tersebut disarankan untuk keluar dari Isla km. "Islam tidak akan rugi dengan keluarnya mereka dari Islam. Allah SWT tidak akan rugi mereka kafit atau tetap di Islam". katanya.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar